Say No To Drugs: “Hidup Cerdas Tanpa Narkoba”

Say No To Drugs: “Hidup Cerdas Tanpa Narkoba”

Rabu, 21 Maret 2018 yang lalu PTA SMP Al-Bayan Islamic School bekerja sama dengan BNN dan Bang Japar Ranting Jakarta Barat menggelar Penyuluhan-Penolakan-Gerakan Hidup Cerdas Tanpa Narkoba di Aula Masjid At-tawwaab LPI Al-Bayan.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberi informasi dan edukasi pada ratusan siswa siswi SMP AL-BAYAN ISLAMIC SCHOOL akan efek dan pengaruh negatif penyalahgunaan Narkoba.

Dalam kesempatan ini, Bapak Affib (konselor pihak BNN) menyampaikan banyak sekali ilmu dan informasi seputar narkoba yang sangat penting untuk diketahui. Diawali dengan pemaparan definisi dan perbedaan antara narkotika dan psikotropika. Narkoba awalnya adalah obat-obatan medis atau bahan legal lain yang disalahgunakan penggunaannya sehingga menimbulkan efek negatif tidak hanya bagi tubuh menggunanya, namun juga bagi lingkungan sekitar terutama keluarga. Berikut merupakan perbedaan antara narkotika dan psikotropika :

  1. Narkotika merupakan zat alami atau sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan sedangkan psikotropika merupakan zat alami atau sintetis yang tidak termasuk narkotika yang dapat mempengaruhi susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku pengguna.
  2. Bahan utama dari pembuatan narkotika terdiri atas 3 jenis tanaman sedangkan psikotropika terbuat dari bahan kimia non narkotika.
  3. Narkotika membuat penggunanya tidak merasakan sakit walaupun disakiti sedangkan psikotropika membuat penggunanya mengalami perubahan mental dan tingkah laku
  4. Narkotika nemberikan efek kecanduan dan tubuh tidak merasakan sakit sedangkan psikotropika menyebabkan kecanduan dan mengalami halusinasi.
  5. Narkotika termasuk dalam psikotropika sedangkan psikotropika tidak termasuk dalam narkotika
  6. Jenis atau contoh dari narkotika yaitu morfin, heroin, ganja, kokain, lysergenic acid, dan lain sebagainya sedangkan psikotropika seperti ekstasi, sabu-sabu, sedatif, nipam, angle dust, dan lain sebagainya.

Sedangkan definisi dari Zat/ bahan adiktif lain adalah bahan-bahan selain narkotika dan psikotropika yang memberi efek negatif kecanduan bagi penggunanya. Misalnya lem yang aromanya dihirup untuk menimbulkan efek melayang. Bahkan kotoran hewan yang disimpan dalam wadah tertutup, selang beberapa hari akan menimbulkan gas yang membuat efek melayang bagi yang menghirup, saat ini pun dapat dikategorikan sebagai salah satu bahan adiktif berbahaya.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Bapak Doktor Agus Ramdani MAP, selaku Camat Larangan ini, juga dipaparkan bahwa jenis-jenis narkoba selalu bertambah setiap tahun. Hingga saat ini, BNN sudah menetapkan lebih dari 80 macam bahan yang digolongkan sebagai narkoba terlarang.

Bapak Affib juga memberi pengetahuan tentang pengedar dan mafia narkoba. Pengedar adalah penjual narkoba yang memperoleh narkoba dari seorang distributor atau mafia. Pengedar narkoba biasanya adalah pihak yang berhubungan langsung dengan pembeli atau pemakai narkoba. Sementara mafia narkoba adalah bandar besar, bisa jadi pembuat atau pengimpor narkoba dalam jumlah besar. Para pengedar narkoba, biasanya juga adalah seorang pemakai narkoba. Namun hampir semua mafia narkona, terbukti tidak pernah mengkonsumsi barang haram tersebut. Keuntungan menggiurkan dari perdagangan narkoba ini, membuat para mafia menjadikannya sebagai bisnis keluarga.

Cara penjualan narkoba pun semakin bervariasi. Saat ini narkoba juga diperjualbelikan secara kredit.

Banyak fakta mengejutkan terkait dengan pengguna narkoba yang beliau paparkan. Misalnya saja,bahwa di Provinsi DKI jakarta ini, berdasarkan survey dan investigasi BNN, ternyata tidak ada satu RW pun yang terbebas dari narkoba. Artinya, ribuan satuan masyarakat tingkat RW di Jakarta sudah tersusupi peredaran narkoba.

Target pasar para mafia narkoba saat ini bukan lagi para remaja, namun sudah menyasar pelajar sekolah dasar.

Tipe siswa yang disasar para pengedar narkoba adalah 5B, 3P dan 3M.

5B: Begadang, Bolos, Ber-uang, Broken home, Berpengaruh

3P: Perokok, Pengangguran, Putus Sekolah

3M: Manja, Malas, Mencla mencle

Pemakai narkoba dapat dikenali melalui beberapa ciri:

Berjalan sempoyongan

Bicara sedikit pelo dan tidak jelas

Sering mengantuk

Kebersihan diri tidak terawat

Sering mengurung diri di kamar atau kamar mandi

Mudah marah, emosi tidak terkontrol

Ditemukan luka atau sayatan di lengan

Ditemukan alat bantu penggunaak narkoba

Para pemakai narkoba biasanya juga mengalami beberapa perubahan sikap yang dikenal dengan 4-Ong, yaitu:

Bohong, Bengong, Nyolong, Nodong

BNN pernah mengadakan tes narkoba di salah satu kecamatan di Jakarta, meliputi 23 sekolah menengah pertama dan menengah atas. Hasilnya sangat memprihatinkan, karena ternyata dari sekitar nyaris seribu orang siswa yang diuji sampel urinnya, 30% ternyata positif mengandung zat narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain.

Namun fakta lain yang lebih mencengangkan adalah, bahwa kalangan pengguna narkoba terbesar secara presentasi ternyata didominasi oleh pekerja dan karyawan usia matang.

Menurut Pak Affib, satu hal yang harus sangat diwaspadai adalah rokok. Karena merokok adalah pintu gerbang menuju penggunaan narkoba. Semua pengguna narkoba mengawali dengan mengkonsumsi rokok terlebih dahulu. Beliau berpesan agar jangan pernah meremehkan efek negatif merokok. Merokok jauh lebih sulit diberantas, karena penjualan rokok masih legal. Bahkan banyak siswa yang memiliki orangtua perokok aktif, sehingga setiap hari menyaksikan kegiatan merokok di dalam rumah masing-masing.

Awalnya hanya sekedar merokok,lalu meningkat pada penggunaan narkoba. Efek dari kecanduan narkoba biasanya berlanjut dengan perilaku seks bebas dan kenekatan melakukan tindakan kriminal demi memenuhi kebutuhan tubuh yang sudah mencandu narkoba. Pesan Pak Affib kepada seluruh siswa dan warga SMP AlBayan Islamic School, jangan pernah meremehkan yang kecil. Karena yang kecil lama kelamaan akan menjadi besar. Untuk mencegah terjerumus narkoba pun lakukan dari yang kecil. Jauhi rokok adalah langkah awal dari gerakan anti narkoba.

Penulis:

Puri Fitriani, S.Sos (Guru BK SMP Al-Bayan Islamic School)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *