Memahami Makna Berkurban

Memahami Makna Berkurban

Hari Raya Idul Adha, seringkali dimaknai sebagai momentum ber-Qurban atau mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki untuk ditukar dengan hewan kurban. Kemudian secara islami hewan tersebut disembelih dan dagingnya dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Tapi sesungguh, qurban tak sebatas menyembelih hewan.

Ada pelajaran penting di dalamnya. Dengan ber-Qurban, kita tidak hanya sekedar melaksanakan perintah Allah SWT tetapi juga diberi kesempatan untuk memanifestasikan rasa solidaritas sosial sebagai simbol ketaqwaan.

Qurban harus dapat meningkatkan kualitas ketaqwaan manusia, mampu menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam hidup.

Melalui qurban, kita belajar untuk istiqomah dalam menebarkan kepedulian sosial.

Wajib bagi yang “kuat” membantu yang “lemah”.

Alhamdulillah pada momen Iedul Adha tahun ini, LPI ALBAYAN kembali bersinergi dengan beberapa pihak untuk melaksanakan kegiatan qurban yang sarat makna. Selain qurban dengan tajuk “Qurban untuk Guruku” yang digagas oleh Ibu-ibu PTA SD ALBAYAN, unit SMP ALBAYAN pun punya beberapa agenda menarik seputar qurban.

Ada agenda simulasi potong hewan qurban untuk seluruh siswa SMP ALBAYAN, dan khusus untuk siswa level 9 SMP Albayan Islamic School mengikuti kegiatan Praktek Ibadah Iedul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban yg di laksanakan di Yayasan Pendidikan Islam Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Qur’aniyyah

Dan dalam kegiatan ini semoga para siswa dapat memaknai dan mengambil pelajaran, antara lain:

~Belajar untuk tetap rendah hati atau tawadhu’.

~Belajar untuk tidak gila pujian, hanya Allah SWT yang berhak dipuji.

~Belajar untuk tidak membedakan status dan kelas sosial, semua sama di hadapan Allah SWT.

~Belajar untuk memiliki jiwa dan perilaku kepedulian sosial.

~Belajar untuk siap berkorban dalam ketaqwaan.

~Belajar untuk mencintai Allah SWT diikuti amal soleh.

~Belajar untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki.

~Belajar untuk berbuat baik secara individu maupun kolektif.

~Belajar untuk berbaur dengan masyarakat dalam kebersamaan.

~Belajar untuk menyelaraskan ego diri dengan orang lain.

Semoga para siswa, menjadikan Nabi Ismail AS sebagai teladan dalam keta’atan kepada perintah Alloh serta penghormatan kepada kedua orang tua.

Aamiin Ya Robbal Alamiin.

 

Penulis: ibu Krisnawati (ketua PTA) dan Puri Fitriani S.Sos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *