Seminar dan Pelatihan Singkat “Tips dan Trik Cara Belajar Efektif”

Seminar dan Pelatihan Singkat “Tips dan Trik Cara Belajar Efektif”

Salah satu agenda kegiatan penting SMP AL BAYAN di bulan Oktober 2018 adalah Seminar Pendidikan bagi para siswa mengusung tema “TIPS DAN TRIK CARA BELAJAR EFEKTIF”, dengan narasumber Bapak Sugito, S.Sos.

Banyak tips dan trik bermanfaat dan mudah diaplikasikan dalam keseharian yang dibagikan oleh Pak Gito. Para siswa-siswi SMP AL BAYAN antara lain diberi arahan dan panduan untuk mengenali dan memahami gaya belajar yang tepat sesuai kepribadian masing-masing. Juga diajak berkontemplasi untuk menyadari kelebihan dan kekurangan individu.

Dalam seminar yang diprakarsai oleh Ibu-ibu hebat pengurus PTA SMP AL BAYAN ini para siswa juga diarahkan untuk memiliki visi jauh ke depan tentang masa depan. Dibimbing untuk menetapkan target profesi dan tujuan hidup yang ingin dicapai sesuai dengan minat dan bakat. Selanjutnya juga dipandu untuk memikirkan dan menyusun strategi pribadi untuk dapat meraih target tersebut dengan menggunakan tehnik “Mind Mapping”.

Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara seminar dan pelatihan singkat ini. Kerjasama antara guru dan orangtua murid yang diwakili oleh para pengurus PTA dalam rangka kelancaran dan kesuksesan acara ini pun terlihat cukup solid. Alhamdulillah semua pihak yang terlibat merasa mendapat manfaat nyata dari kegiatan ini.

 

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Pendidikan Seksualitas dan Pubertas Persiapan Masa Puber

Pendidikan Seksualitas dan Pubertas Persiapan Masa Puber

Pubertas adalah salah satu fase hidup yang pasti akan dilalui oleh setiap individu. Masa transisi dari dunia kanak-kanak menuju remaja dan berujung kedewasaan ini seringkali menjadi momok tak sepele bagi banyak orangtua. Terutama bagi orangtua generasi millenial saat ini, di tengah bombardir digitalisasi,kebebasan beropini dan kemudahan arus informasi yang seringkali menjadi boomerang tanpa filter.

Salah satu antisipasi yang dapat dilakukan orangtua dan pendidik sebagai pendamping utama anak adalah dengan memberikan edukasi perihal masa pubertas. Karena salah satu cara paling efektif untuk anak menghadapi dan melalui masa puber adalah dengan memahami apa arti masa puber itu sendiri.

Misalnya saja pengetahuan bahwa anak remaja laki-laki dan perempuan antara usia 10 dan 14 akan memasuki masa puber, yaitu akan mengalami perubahan pada tubuh mereka. Perubahan ini terjadi selama beberapa tahun, ini merupakan tahap perkembangan remaja. Perubahan terjadi pada semua anak laki-laki dan perempuan, tetapi mereka akan memulai masa puber pada waktu yang berbeda. Tidak semua orang mulai pubertas antara usia 10 dan 14, beberapa orang mulai masa pubernya lebih muda, dan beberapa di atas umur 14.

Demikian pula, pada beberapa orang semua perubahan terjadi dalam dua tahun, dan orang lain dapat memakan waktu selama empat tahun. Umumnya mereka mulai antara usia 7 sampai 13 pada anak perempuan dan usia 9 sampai 15 pada anak laki-laki. Pubertas dimulai ketika jumlah ekstra zat kimia yang disebut hormon mulai diproduksi dalam tubuh. Hormon-hormon ini memandu perubahan yang terjadi dalam tubuh. Serta menyebabkan perubahan fisik, hormon ini juga mempengaruhi perubahan emosi.

Idealnya, sebelum memasuki masa puber, seorang anak sudah memiliki beberapa pengetahuan dasar tersebut dari orang-orang yang tepat dan kompeten. Karena itu, SD AL BAYAN bekerjasama dengan PTA SD AL BAYAN dan Edukasi Anak dan Remaja (DiAR) secara rutin menggelar Assessment dan Pelatihan Persiapan Masa Puber bagi para siswa, serta seminar dan konseling personal bagi para orangtua siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi para siswa dan mendampingi orangtua untuk melalui masa puber dengan lebih nyaman.

 

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Vava Sang Juara Lomba Spelling Bee

Vava Sang Juara Lomba Spelling Bee

Alhamdulillah, Siswa SD AL BAYAN kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ananda Relaval Cesario Fajris (Vava) Level 4 meraih juara pertama pada ajang Lomba Spelling Bee di gelaran Open Day Competition SD Budi Mulia 2 Bintaro.

Lomba ini sendiri diikuti oleh puluhan peserta perwakilan dari berbagai sekolah di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Perjuangan Ananda Vava sejak masa persiapan hingga saat tampil berlaga, tentu saja sangat patut diapresiasi.

Rasa terimakasih turut dihaturkan kepada guru pembimbing, Mr. Andri, yang sudah membina dan selalu mendampingi Ananda Vava. Selamat barokah pada Ananda Vava, semoga dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi di masa mendatang.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

SD Al Bayan Sebagai Sekolah Rujukan di Kota Tangerang

SD Al Bayan Sebagai Sekolah Rujukan di Kota Tangerang

Berdasarkan Surat Keputusan Dirjend Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, SD AL BAYAN resmi ditunjuk sebagai Sekolah Dasar Swasta Rujukan di Kota Tangerang. Dan pada tanggal 19-21 September 2018, pimpinan unit SD AL BAYAN, Bapak Aang Kunaifi S.Sos.I turut diundang untuk menghadiri SEMILOKA PENGEMBANGAN SEKOLAH DASAR RUJUKAN BERBASIS SEKOLAH SWASTA di Solo. Acara tersebut dihadiri oleh 46 pimpinan Sekolah Dasar Swasta dari 46 kota dan kabupaten yang tersebar di 25 provinsi.

Mengutip informasi dari laman resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maka dapat diketahui bahwa ada beberapa kriteria yang harus dimiliki sebuah sekolah yang menjadi Sekolah Rujukan, yaitu:

Pertama, Melaksanakan kurikulum 2013. Kriteria pertama ini merupakan kriteria mutlak untuk menjadi sekolah rujukan. Tanpa menerapkan kurikulum 2013 maka sekolah tidak akan bisa menjadi sekolah rujukan. Memang kebanyakan sekolah, ada yang masih menggunakan kurikulum KTSP 2006, dikarenakan merasa kesulitan dalam mengaplikasikan K13. Untuk syarat yang terbaru ini sebisanya menggunakan kurikulum 2013 abad 21 yang didalamnya terdapat STEM, 4C, dan Literasi.

Kedua, Memiliki Akreditasi A atau Akreditasi tertinggi se kabupaten atau kota baik negerai maupun swasta. Untuk menjadi sekolah rujukan, syarat yang kedua adalah sekolah tersebut sudah terakreditasi A, untuk saat ini sekolah yang mendapatkan akreditaasi A minimal nilainya adalah diatas 90.

Ketiga, Pernah sebagai sekolah model. Selain kurkulum harus menggunakan K13 dan akreditasi A, syarat selanjutnya adalah pernah menjadi sekolah model. Memang menjadi sekolah rujukan tidak serta merta langsung menyabet dan memperoleh program sekolah rujukan, namun harus memiliki tahapan-tahapan salah satunya adalah pernah menjadi sekolah model. Meskipun sudah menggunakan K13 dan akreditasi sekolah tersebut A, namun belum pernah menjadi sekolah model sudah pasti sekolah tersebut belum bisa menjadi sekolah rujukan. Apa itu sekolah model? sekolah model adalah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Peminjaman Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya dalam penerapan peminjaman mutu pendidikan secara mandiri.

Keempat, Memiliki praktik baik dan inovasi pendidikan yang layak dijadikan rujukan bagi sekolah lain. Selain ketiga syarat diatas, syarat selanjutnya adalah memiliki praktik baik dan memiliki inovasi pendidikan yang layak dijadikan rujukan sekolah lain. Untuk itu menjadi sekolah rujukan setidaknya didalam sekolah tersebut memiliki berbagai macam inovasi pendidikan, baik berupa metode, media, dan modul pembelajaran yang mana terintegrasi dengan teknologi dan digital. Dengan inovasi pendidikan tersebut, diharapkan akan memberikan kemajuan bagi sekolah lain, karena hakikatnya sekolah rujukan hanya diberikan kepada minimal satu sekolah se-kota atau se-kabupaten.

Kelima, Memiliki prestasi akademik dan non akademik. Sebagai sekolah rujukan harus banyak memiliki prestasi akademik dan non akademik bagi peserta didik yang ada disekolah tersebut, baik itu di tingkat kota/kabupaten, tingkat provinsi, tingkat nasional bahkan tingkat internasional. Dengan harapan pemerolehan prestasi tersebut akan mempermudah peserta didik untuk mesuk diperguruan tinggi minimal 50% dari jumlah peserta didik yang lulus.

Keenam, Memiliki akses yang mudah untuk dijangkau. Syarat ini merupakan syarat dari segi geografis, jadi untuk menjadi sekolah rujukan sekola tersebut mudah dijangkau dan ekosistem sekolah berjalan dengan baik dan nyaman. Ekosistem sekolah disini maksudnya adalah meliputi warga sekolah (guru, karyawan, dan peserta didik) dan wali murid.

Ketujuh, mempertimbangkan nilai Ujian Nasional (UN) dan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) yang bersangkutan. Syarat tersebut merupakan syarat selanjutnya untuk menuju sekolah rujukan. Jadi sekolah yang tidak mampu untuk memprediksi hasil nilai peserta didik agar bisa mengarahkan peserta didik untuk belajar ketingkat perguruan tinggi bisa jadi sekolah tersebut belum bisa dikategorikan sebagai sekolah rujukan.

Kedelapan, Bersedia memberikan pengimbasan praktik baik dan inovasi pendidikan yang dimiliki ke sekolah lain. Syarat yang terakhir ini adalah syarat jika sekolah tersebut berhasil menjadi sekolah rujukan maka wajib bagi sekolah tersebut memberikan pengimbasan seperti pelatihan, sosialisasi dan lain sebagainya terhadap praktik pendidikan dan inovasi pendidikan yang ada pada sekolah rujukan. Jadi tidak serta merta inovasi pendidikan yang ada disekolah tersebut dibuat sendiri, dan sekolah lain tidak bolah mengetahui inovasi yang sedang mereka buat melainkan harus disebarluaskan untuk kemajuan bersama. Hal tersebut sebagaimana motto sekolah rujukan yakni “Maju Bersama, Hebat Semua”.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos