Seminar Pubertas : Apa itu Pra Pubertas?

Seminar Pubertas : Apa itu Pra Pubertas?

Masa pubertas seringkali menjadi masa yang tak mudah dilalui. Tak hanya bagi anak dan remaja, tapi juga bagi para orangtua sebagai pendamping utama dalam hidup mereka.

Salah satu aspek yang identik dan melekat pada usia pubertas ialah segala sesuatu yang terkait dengan seksualitas dan reproduksi manusia.

Banyak orang tua dan anak remaja yang masih tabu membicarakan masalah seksual dan reproduksi. Akibatnya, terjadi pemahaman yang salah atas masalah tersebut. Remaja seringkali merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah seks kepada orang tua.

Sebaliknya, orang tua mungkin merasa tidak tahu pendekatan yang tepat untuk memulai membicarakannya. Akibatnya remaja rentan mendapat informasi yang kurang tepat mengenai masalah seksual reproduksi atau mitos yang tidak benar karena mencari informasi lewat internet atau teman sebaya.

Dan sejatinya tidak hanya orangtua yang perlu memiliki bekal perihal penanaman edukasi seksual dan reproduksi pada anak dan remaja, para guru sebagai orangtua di sekolah pun selayaknya menjadi salah satu sumber informasi yang tepat bagi siswa.

Karena itu, sebagai rangkaian kegiatan pra pubertas, SD AL BAYAN tak hanya memfasilitasi pembekalan pra pubertas bagi para siswa, tapi juga membekali orangtua dan guru agar dapat berkomunikasi dengan anak tentang seksualitas dan reproduksi tanpa canggung. Jika para siswa mendapatkan pembekalan berupa pelatihan pra pubertas, maka para guru dan orangtua murid menerima pembekalan lewat Seminar Pra Pubertas bertajuk “Sexuality Communications for Parents and Kids”, dengan narasumber Hilman Al Madani Psi, M.Psi dan Nur Firdaus S.Psi (pimpinan DiAr, Edukasi Anak dan Remaja), atau yang lebih sering dipanggil Kak Hilman dan Kak Daus.

Kak Hilman banyak menyampaikan tips dan trik berbicara dan berkomunikasi dengan anak tentang seksualitas tanpa kesan vulgar. Ternyata da beberapa alat bantu peraga yang mudah didapatkan di sekitar kita untuk memberi gambaran kongkrit tentang seksualitas dan reproduksi pada anak tanpa terkesan jorok atau pun vulgar. Kak Hilman juga banyak memberi simulasi-simulasi percakapan antara anak dan orangtua.

Sementara Kak Daus banyak memberi paparan hasil temuan statistik di lapangan tentang sejauh mana anak-anak terpapar pornografi dan hal lain yang erat korelasinya dengan seksualitas dan reproduksi. Misalnya fakta mencengangkan bahwa sebagian besar anak usia 10-12 tahun ternyata pertama kali terpapar pornografi justru di rumah sendiri. Dan sumber paparan tersebut ternyata adalah berbagai fasilitas komunikasi dan hiburan yang disediakan oleh orangtua di rumah.

Kegiatan ini berlangsung sangat menarik dan menyenangkan. Para orangtua dan guru sedikit banyak merasa tercerahkan untuk memulai perbincangan topik seksualitas dan reproduksi dengan ananda di rumah. Semoga acara yang turut didukung oleh PTA SD Al Bayan ini dapat memberi manfaat yang nyata dan signifikan bagi para orangtua, guru dan juga siswa.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Hari Guru SMP Al Bayan dalam Konsep ‘Garden Party’

Hari Guru SMP Al Bayan dalam Konsep ‘Garden Party’

Peringatan Hari Guru di SMP AL BAYAN memang selalu istimewa. Keeratan komunikasi dan hubungan antara guru, siswa dan orangtua membuat apresiasi yang diberikan kepada para guru selalu bermakna. Tak sekedar acara berkumpul bersama, konsep acara dan kegiatan Hari Guru selalu direncanakan dengan detil dan matang oleh para mama pengurus PTA.

Jika tahun lalu ruang makan disulap sangat glamor bak gedung resepsi bintang lima, kali ini peringatan Hari Guru mengusung konsep ‘Garden Party’ dengan nuansa acara yang lebih akrab dan santai.

Orangtua murid yang tergabung dalam PTA (Parent Teacher Association) telah menyiapkan beberapa pondok gubuk makanan dengan beragam menu, menyediakan pula panggung kecil dan pemain musik, tak lupa sudut ‘photobooth’ pun siap dimanfaatkan mengabadikan momen-momen berharga.

Rangkaian acara berlangsung akrab dan santai. Para guru, siswa dan orangtua terlihat bebas berbincang dan bercengkerama. Walau tetap ada beberapa seremoni resmi seperti sambutan-sambutan, foto formal bersama dan pemberian tanda kasih bagi para guru. Namun suasana akrab tanpa canggung sangat kental terasa.

Setelah beberapa siswa menampilkan persembahan lagu, seluruh guru, siswa, orangtua dan karyawan bebas bergiliran berekspresi di atas panggung. Sesekali terdengar duet antara guru dan siswa, atau antara orangtua dan guru. Keseruan dan keakraban dalam hubungan antara seluruh warga SMP AL BAYAN ini semoga selalu terpupuk dan terjaga baik selamanya. SELAMAT HARI GURU. Dan terimakasih kepada seluruh siswa dan orangtua murid atas momen penghargaan ini.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Supercamp Membuat Siswa Tambah Super

Supercamp Membuat Siswa Tambah Super

Berkemah merupakan salah satu kegiatan yang mendukung penanaman dan pembentukan karakter positif pada siswa. Beberapa manfaat dari berkemah antara lain:

  1. Menumbuhkan Keberanian

Manfaat utama berkemah adalah menumbuhkan keberanian pada diri anak. Terutama Keberanian untuk sementara waktu berjauhan dengan orang tuanya sehingga mental anak menjadi kuat dan tidak mudah cengeng. Berkemah juga melatih keberanian anak untuk menjadi seorang pemimpin regu atau setidaknya berani untuk dipimpin secara baik.

  1. Melatih Kemandirian dan Disiplin

Saat kegiatan berkemah berlangsung, para anak dengan sendirinya terlatih untuk mandiri. Sebisa mungkin ia belajar menjaga barang-barang yang ia bawa, mengemas barang-barangnya kembali setelah digunakan, dan melakukan kegiatan untuk kebutuhan dirinya secara mandiri tanpa bergantung orang tuanya. Kegiatan berkemah juga mengedepankan kedisiplinan seperti tidur, bangun tidur, makan, mandi, dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

  1. Menumbuhkan Semangat Gotong Royong dan Musyawarah

Dalam kegiatan berkemah, segala sesuatu untuk kepentingan umum dilakukan secara bersama-sama. Contohnya mendirikan kemah, mengumpulkan kayu bakar untuk perapian, dan patroli bergilir di saat malam hari. Saat terjadi suatu masalah, maka semua peserta akan bermusyawarah untuk mencari cara yang tepat memecahkan masalah. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan musyawarah demi kepentingan seluruh peserta kegiatan berkemah.

SMP Al Bayan pun memiliki kegiatan rutin berkemah tahunan dalam tajuk SUPERCAMP. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8. Supercamp 2018 ini diadakan di ARMY CAMP-Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para siswa selalu gembira dan antusias mengikuti Supercamp, mencoba berbagai pengalaman baru di luar zona nyaman  rumah dan sekolah. Semoga sikap-sikap positif yang tertanam melalui kegiatan ini dapat terpatri dalam diri setiap siswa dan terimplementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta melekat menjadi karakter positif sepanjang hayat.

Beragam Kategori Penghargaan di Hari Guru SD AL BAYAN

Beragam Kategori Penghargaan di Hari Guru SD AL BAYAN

Hari Guru Nasional selalu terasa istimewa di SD AL BAYAN. Keeratan  hubungan dan kekeluargaan antara guru dan orangtua murid di LPI AL BAYAN yang kerap terpampang nyata setiap hari, menjadi makin terasa di Hari Guru. Sudah menjadi budaya para orangtua murid, melalui PTA (Parent Teacher Association), untuk merancang hari istimewa bagi para guru.

Seperti di Hari Guru 2018 ini, tiba-tiba saja sudah ada panggung berdiri di lapangan selasar gedung sekolah.  Kemudian semua pekerjaan dan tanggungjawab guru terhadap siswa diambil alih oleh para mama keren ini. Mulai dari bertugas di meja piket keterlambatan di pintu masuk, hingga menggantikan peran guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Semua dilakukan oleh para mama orangtua siswa.

Tak cukup sampai disitu, bentuk apresiasi bagi guru pun berlanjut dengan seremoni sederhana pemberian trofi-trofi penghargaan untuk berbagai kategori guru. Mulai dari guru TERKALEM, TERPOPULER, TERSAYANG, TERENERGIK, TERRAMAH, TERLEMBUT, TERSABAR. Hingga gelar milenial seperti guru KEKINIAN dan guru TERSOSMED pun ada.

Murid-murid berpartisipasi memberikan hasil karya mereka pada guru favoritnya masing-masing. Penghargaan sarat makna ini tentu saja mampu melejitkan semangat para guru untuk memberikan yang terbaik dan lebih baik lagi bagi para siswa tercinta.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Para Pemenang Perlombaan di Acara AISCO

Para Pemenang Perlombaan di Acara AISCO

AISCO 2018 diadakan tanggal 14-16 November 2018. Dengan beberapa macam jenis perlombaan baik yang menuntut kejelian otak maupun kecepatan otot. Diikuti oleh banyak sekolah dasar dan menengah pertama, berikut ini daftar para pemenang untuk tiap cabang perlombaan.

Pemenang Lomba MHQ

Kategori puteri

  1. Ayesha (score 1580) – Darul Muttaqin
  2. Mutaza Alaina (score 1551) – Daru Hasbi
  3. Fildza (score 1470) – Daru Hasbi

Kategori putera

  1. Nabil (score 1500) – SD Al-Bayan
  2. M.Raqib (score 1497) – SD Al-Bayan
  3. Alif Syauqi (score 1490) – MIN 09

Pemenang Lomba Adzan

  1. Tubagus Ali Arsyad (SDN 03 Meruya Utara)
  2. A. Zaky (MI Mazroatul Ulum)
  3. M. Yafi Muzaki (SDN Kelapa Dua 05 Pagi)

Pemenang Lomba Dacil

  1. Juara 1 = Lana Nayla Naylul Muna (Mazro’atul Ulum)
  2. Juara 2 = Ilham Brama (Joglo 08)
  3. Juara 3 = Sabian Mukti Kamara (SD Al Bayan Islamic School)

Pemenang Lomba Ranking 1 :

Juara 1 : Queenexia Samputri Aulia ( SD Nurul Hasanah )

Juara 2 : M. Fariz Fazza (SD Al Mubarak)

Juara 3 : Naura Sasikirana (SD Al Bayan)

Pemenang Lomba Futsal

Juara 1 Sd Al Bayan

Juara 2 SD Meruya Utara 12

Juara 3 Al Mubarok

Juara 4 As Salam

Pemenang Lomba Basket

Juara 1 SMP 25

Juara 2 SMP Al Bayan

Pemenang Lomba CCPAI

Juara 1 : SDI Al Mubarok

Juara 2 : SDI Al Bayan

Juara 3 : MI Mazro’atul Ulum

Aisco 2018: Perwujudan Kerja Keras Dan Solidaritas

Aisco 2018: Perwujudan Kerja Keras Dan Solidaritas

Kompetisi tak melulu tentang persaingan, tentang adu cepat, tentang adu kuat, atau pun adu kepintaran. Nilai persaingan dalam kompetisi sejatinya hanya termaktub di ujung perjalanan dari banyak rangkaian nilai dan kegiatan lain yang diperlukan dalam berkompetisi.

Sebelum hari H kompetisi berlangsung, para peserta kompetisi harus bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas diri agar pantas memasuki arena pertandingan. Apa pun jenis kompetisinya, dibutuhkan kesabaran, kemauan kuat, persiapan mental dan fisik yang tak sepele, pengorbanan waktu dan tenaga, terkadang juga membutuhkan anggaran dana tertentu agar layak menjadi peserta kompetisi. Terlebih jika tampil sebagai peserta beregu, maka nilai-nilai yang harus diasah akan bertambah. Selain semua yang telah disebutkan di atas, peserta beregu pasti mengalami fase beradu ego, gesekan emosi, mengasah toleransi dan kompromi dengan anggota tim lain sebelum bisa tampil padu menjadi tim yang solid.

Untuk mengasah dan melatih semua nilai hidup tersebut, maka SMP AL BAYAN mencoba berpartisipasi menyediakan salah satu wadah kompetisi melalui agenda tahunan AISCO (AL BAYAN ISLAMIC SCHOOL COMPETITION).

Pembelajaran Sentra “Binatang Ciptaan Allah”

Pembelajaran Sentra “Binatang Ciptaan Allah”

Minggu ini menu Pembelajaran TK AL BAYAN bertema “Binatang Ciptaan Allah”. Menggunakan pendekatan sentra, anak-anak merasakan keterlibatan dengan beberapa jenis binatang. Baik melalui simulasi ataupun interaksi langsung dengan beberapa jenis hewan. Tujuan dari tema pembelajaran ini adalah mengasah kepekaan terhadap sesama mahluk hidup, lebih memahami kebesaran Allah melalui mahluk-mahluk ciptaanNya, sekaligus melatih motorik kasar dan motorik halus para siswa.

Model pembelajaran sentra ini sengaja dipilih untuk digunakan karena cara ini adalah model pembelajaran yang menyeimbangkan antara bimbingan guru dan inisiatif anak.

Bermain dipandang sebagai kerja, sehingga anak dipacu agar menyelesaikan dari memulai hingga akhir “start to finish”. Model pembelajaran ini menekankan pada aspek pengembangan minat, potensi, dan kekuatan anak.

Perbedaan yang terlihat ketika pengelolaan di dalam kelas. Dimana dalam sistem area anak bebas bergerak di semua area, sedangkan sistem sentra anak bebas bergerak dalam bermain dalam area sentra setiap harinya

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Simulasi Pelatihan Penanganan Bencana Dan Kebakaran Di SMP Al Bayan

Simulasi Pelatihan Penanganan Bencana Dan Kebakaran Di SMP Al Bayan

Mengingat Indonesia termasuk salah satu jajaran negara yang berada dalam lingkaran cincin api, yang mana berpotensi mengalami rawan bencana, maka sebagai salah satu tindakan antisipasi, SMP Al Bayan bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat mengadakan Pelatihan Simulasi Penanganan Bencana dan Kebakaran di sekolah.

Rangkaian kegiatan simulasi diawali dengan pengarahan kepada jajaran guru yang diberikan oleh para petugas pemadam kebakaran.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan simulasi bencana alam, dimana seluruh siswa SMP Al Bayan berlatih mencari perlindungan dari ancaman keruntuhan bangunan.

Kemudian seluruh warga sekolah tanpa kecuali berlatih melakukan evakuasi mengosongkan gedung sekolah. Sempat sedikit menimbulkan kemacetan saat sekitar dua ratus orang siswa menyeberang jalan menuju lapangan parkir yang berada di seberang gedung sekolah.

Berlokasi di lapangan parkir, para siswa dan guru mendapat pengetahuan dan melakukan praktek memadamkan api kebakaran dari berbagai sumber, dari kompor yang menyala, api yang berasal dari tabung gas dan kebocoran selang. Para siswa dan guru juga mencoba memadamkan api menggunakan tabung APAR.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos