Seminar Parenting: Pendidikan Intelektual VS Karakter Islami Jaman Now

Seminar Parenting: Pendidikan Intelektual VS Karakter Islami Jaman Now

“Pada suatu hari… Di sebuah desa yang damai, seekor ayam jantan berkokok nyaring… Kemudian….”

Dongeng dan cerita sangat erat dengan dunia anak. Dongeng bukan sekedar kegiatan pengisi waktu luang. Dalam acara seminar orangtua di TK AL BAYAN bertema “Pendidikan Intelektual VS Karakter Islami Zaman Now”, Kak Awam Prakoso (seorang pendongeng profesional) menyebutkan bahwa dongeng memegang peranan penting dalam menanamkan akhlak dan karakter positif pada anak dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

Selain itu, dongeng juga adalah salah satu media pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi anak. Namun sangat disayangkan, masih banyak orangtua dan guru yang enggan mendongeng dengan berbagai alasan.

Salah satu alasan klasik mengapa orangtua dan guru belum menjadikan mendongeng sebagai rutinitas antara lain merasa sibuk tidak ada waktu, sehingga tidak sempat mendongeng. Atau merasa tidak berbakat bercerita, merasa tidak mampu memainkan intonasi suara dan mengalami keterbatasan referensi cerita.

Padahal, mengingat besarnya manfaat mendongeng dan bercerita pada anak, semua alasan tersebut sangat bisa diatasi. Dan berikut beberapa manfaat mendongeng pada anak:
1. Meningkatkan keterampilan bicara anak, karena bayi atau balita akan kenal banyak kosa kata.
2. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan struktur kalimat.
3. Meningkatkan minat baca.
4. Mengembangkan keterampilan berpikir.
5. Meningkatkan keterampilan problem solving.
6. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
7. Mengembangkan emosi.
8. Memperkenalkan nilai-nilai moral.
9. Memperkenalkan ide-ide baru.
10. Mengalami budaya lain.
11. Relaksasi.
12. Mempererat ikatan emosi dengan orang tua.

Penulis: Puri Fitriyani

Menjajaki Kekayaan Alam Dengan Field Trip

Menjajaki Kekayaan Alam Dengan Field Trip

Field trip merupakan kegiatan keluar dari lingkungan sekolah selama satu hari atau lebih. Tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pelajaran dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Mengapa sekolah perlu mengadakan field trip? Karena memori manusia, terutama mereka yang masih sekolah, berdasarkan apa yang mereka saksikan dan lihat secara langsung, bukan berdasarkan apa yang mereka dengar saja.

Diharapkan dengan adanya field trip, murid mampu mengingat dan merekam semua kejadian selama field trip, kemudian dikaitkan dengan pelajaran sekolah.

Lokasi tujuan kegiatan Field Trip tentunya disesuaikan dengan kebutuhan siswa, salah satunya berdasarkan tahap tumbung kembang kemampuan berpikir dan bersosialisasi.

Pada agenda Field Trip Tahun Ajaran 2018-2019 kali ini, para siswa SMP AL BAYAN melakukan kunjungan ke beberapa lokasi mendidik yang sarat manfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka di luar sekat ruang kelas formal.

Siswa-siswi SMP AL BAYAN kali mengunjungi:
1. MUNASAIN (Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia
2. KEBUN RAYA BOGOR
3. Museum Zoologi Bogor.

Bagi beberapa siswa, ini merupakan pengalaman pertama mereka mengunjungi tempat-tempat sarat ilmu dan manfaat tersebut. Korelasi antara kunjungan Field Trip ini dengan teori pelajaran yang selama ini dibahas dalam ruang kelas pun dapat dibuktikan langsung oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, para siswa mendapat selingan menyegarkan sejenak terbenas dari rutinitas sehari-hari tanpa kehilangan momen untuk menimba ilmu. Merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan wawasan pun bertambah .

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Motivasi SMP “Meningkatkan Potensi Diri dengan Akhlak Qur’ani”

Motivasi SMP “Meningkatkan Potensi Diri dengan Akhlak Qur’ani”

Motivasi secara harfiah berasal dari bahasa Latin “movere”, yang berarti menggerakkan. Menurut Weiner (1990) motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, penghargaan, dan penghormatan. Sedangkan Imron (1966) menjelaskan bahwa motivasi berasal dari bahasa Inggris “motivation” yang berarti dorongan atau pengalasan untuk melakukan suatu aktifitas hingga mencapai tujuan.

Dari serangkain pengertian para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sesuatu alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan; menyelesaikan; menghentikan; dan lain sebagainya, suatu aktifitas guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dari motivasi tersebut.

Merujuk pada makna tersebut, maka tajuk Motivasi pun digunakan sebagai salah satu kegiatan penuh makna di SMP AL BAYAN. Agenda tahunan ini diikuti oleh siswa kelas 9 sebagai upaya maksimal sekolah untuk mempersiapkan para siswa menghadapi Ujian Nasional medio April 2019 mendatang.

Achievement Motivation 2019 kali ini mengusung tema “Meningkatkan Potensi Diri dengan Akhlak Qur’ani”. Bertempat di Villa Kembar – Bogor, kegiatan yang berlangsung pada 17-18 Januari 2019 ini berlangsung padat aktivitas, mulai dari murojaah qur’an dan doa bersama sebagai persiapan batin menyongsong UNBK dari sisi religi. Tak hanya dari sisi agama, secara psikologis pun para siswa diberi penguatan mental melalui pelatihan motivasi untuk membangkitkan semangat juang mereka menghadapi ujian akhir. Kemudian para siswa pun diarahkan menyegarkan jiwa dan raga dengan beberapa permainan tim yang menyenangkan tanpa kehilangan makna positif.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos