SD Al Bayan Juara I Toilet Bersih

SD Al Bayan Juara I Toilet Bersih

Salah satu bagian terpenting dari suatu bangunan gedung. Entah rumah tinggal, pusat perbelanjaan, kios kecil, tempat ibadah, perkantoran, termasuk sekolah, semua membutuhkan toilet. Kendati tidak pernah tampil di depan dan menjadi sudut ruang yang sering dipamerkan, namun sejatinya toilet menguasai hajat hidup manusia.

Semua orang tentu sudah mengetahui fungsi utama toilet sebagai tempat pembuangan. Namun di era digital ini fungsi toilet ternyata menjadi berkembang hingga memiliki nilai tambah. Dari sudut pandang ekonomi, toilet sebagai komoditi bagi kemaslahatan umat ternyata juga memiliki nilai ekonomis yang dapat menghasilkan keuntungan.

Sementara dari sisi agamis, khususnya agama Islam, toilet memiliki peranan sangat penting bagi umat Islam sebagai sarana penunjang untuk menjaga kesucian tubuh dan lingkungan.

Berdasarkan sudut pandang kesehatan, toilet jelas menjadi kebutuhan krusial bagi terciptanya lingkungan hidup yang sehat.
Tak terbayangkan kesulitan yang dapat dialami umat Islam untuk menjaga kebersihan dan kesucian yang merupakan bagian dari fitrah keimanan, apabila tanpa bantuan toilet.

Perawatan toilet juga seringkali perlu mendapat perhatian khusus. Toilet di rumah pribadi cenderung lebih mudah terjamin kebersihannya dibandingkan toilet di area publik, termasuk sekolah.

Mengingat pentingnya keberadaan toilet yang bersih dan terawat, maka tidak mengherankan bila saat ini toilet sekolah menjadi salah satu perhatian utama bagi para orangtua siswa.

Dalam berbagai survey tidak resmi di komunitas-komunitas ‘Parenting’, toilet sekolah menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan orangtua sebelum memutuskan untuk mendaftarkan ananda tercinta ke sebuah sekolah tertentu. Banyak orangtua berpendapat, “Kalau merawat toilet saja tidak apik, bagaimana sekolah tersebut dapat merawat murid-muridnya?”.

Karena itu, LPI Al Bayan menjadikan perawatan toilet agar memenuhi standard kesehatan, kebersihan dan kesucian sebagai salah satu perhatian utama. Agar seluruh warga sekolah, terutama siswa senantiasa bisa menggunakan toilet yang nyaman dan aman.

Beberapa pihak yang sangat berjasa menjamin kenyamanan penggunan toilet di Al Bayan adalah jajaran OB dan OG, yang merupakan pasukan garda depan kebersihan toilet. Tak kenal lelah para OB dan OG memantau kebersihan toilet bahkan hingga berkali-kali dalam sehari.

Kerja keras mereka rupanya tak sia-sia. Selain para siswa, orangtua dan seluruh warga SD Al Bayan merasa nyaman menggunakan toilet, medio Maret 2019 ini perjuangan para OB dan OG juga diganjar predikat Juara I Toilet Bersih Tingkat Kecamatan Larangan.

Alhamdulillah, prestasi ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya yang menempati posisi ketiga. Terimakasih banyak, kepada pimpinan unit SD Al Bayan dan divisi yayasan yang tak lelah mengontrol dan memberi evaluasi membangun bagi perawatan seluruh sekolah, termasuk toilet. Dan tentu saja ucapan terimakasih sebesar-besarnya terutama untuk para OB dan OG sebagai pelaksana utama penjaga kebersihan dan kenyamanan toilet sekolah. Semoga di masa mendatang dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai hari ini.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Pesta Besar Siaga 2019 SD Al Bayan

Pada tanggal 23 Januari 2019 yang lalu SD AL BAYAN mengadakan Pesta Besar Siaga yang bertempat di Lapangan Parkir Komplek LPI Al Bayan. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini antara lain untuk membina dan meningkatkan keterampilan para pramuka serta memperkuat persaudaraan pramuka.

Pesta Siaga adalah wahana untuk menempa diri generasi muda bangsa Indonesia sejak dini, sehingga diharapkan akan lahir patriot-patriot bangsa yang handal dan berkarakter baik. Dalam Pesta Siaga ini, terdapat banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil, seperti dapat membangkitkan semangat untuk berpacu meraih prestasi, cinta lingkungan, disiplin dan bertanggungjawab serta mempererat tali persahabatan dan persaudaraan.

Selain itu, kegiatan ini dinilainya sangat tepat untuk mengukur atau membandingkan sejauh mana keterampilan, wawasan dan pengetahuan kepramukaan yang telah dimiliki anak-anak pramuka siaga dari berbagai permainan yang diadakan. Di mana dalam setiap permainan tersebut mengandung makna kebersamaan, keterampilan, persaudaraan dan kepemimpinan.

Di pesta siaga para pramuka siaga SD AL BAYAN mendapatkan variasi kegiatan latihan, terjadinya tukar menukar pengalaman, pengetahuan dan kecakapan antar sesama pramuka siaga, serta terbinanya hubungan baik dan kerjasama.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Belajar dengan Alam di Godong Ijo, Depok

Belajar dengan Alam di Godong Ijo, Depok

Rabu pagi itu, siswa-siswi Level 1 SD Al Bayan terlihat sangat bersemangat dan datang ke sekolah lebih pagi dari pada biasanya. Sekitar pukul 06.00 sudah banyak siswa yang hadir dan berkumpul di selasar lantai dasar gedung sekolah.

Alasannya, tak lain dan tak bukan karena pagi itu para siswa level 1 akan melakukan sesi pembelajaran di luar sekolah dalam bentuk ‘Fieldtrip’. Adapun tujuan Fieldtrip level 1 kali ini adalah menuju Godong Ijo, Depok.

Perjalanan dari sekolah menuju Godong Ijo kurang lebih ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam menggunakan bus wisata. Cuaca yang mendung gerimis tak mengurangi keceriaan para siswa, baik di dalam bus selama perjalanan atau pun saat melakukan aktivitas di Godong Ijo.

Beragam aktivitas edukatif yang dilakukan para siswa di Godong Ijo sangat sarat manfaat dan berlangsung dalam suasana menyenangkan. Para siswa belajar membuat tempat pensil dari bahan alam, yaitu dari potongan bambu, biji kacang kedelai dan biji mangar. Kemudian ada pula kelas ‘fun cooking’ menghias cupcake. Tak lupa juga ada keseruan saat para siswa menjajal wahana ‘flying fox’.

Selain itu mereka juga diajak untuk lebih mengenal flora dan fauna. Memberi makan beberapa satwa, baik yang umum dan sering mereka lihat seperti kelinci atau burung. Juga beberapa satwa yang tidak mudah mereka temui di lingkungan sekitar rumah, antara lain kura-kura raksasa Madagaskar dan burung Unta.

Siswa-siswi level 1 juga berkesempatan menjelajah kebun pendidikan, untuk melihat secara langsung beberapa jenis pohon dan tanaman yang tidak mudah ditemui. Seperti pohon kayu putih sebagai bahan pembuat minyak kayu putih. Tanaman padi dan beberapa jenis pohon buah-buahan.

Semua siswa mengikuti seluruh aktivitas dengan antusias dan gembira dari awal hingga akhir. Keceriaan tetap terpancar dalam perjalanan pulang kembali ke sekolah tercinta.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Homestay SMP Al Bayan: Kala Siswa Turun ke Desa

Homestay SMP Al Bayan: Kala Siswa Turun ke Desa

Homestay SMP Al Bayan adalah agenda rutin yang selalu memiliki cerita berbeda setiap tahunnya. Program ini mengadopsi konsep KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang umum dilakukan oleh mahasiswa perguruan tinggi, namun dalam skala yang lebih kecil dan sederhana sesuai dengan kapasitas siswa SMP.

Kegiatan ini wajib diikuti oleh siswa kelas 8 SMP Al Bayan. Seluruh siswa level 8 akan menginap selama tiga hari dua malam di sebuah desa. Mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok akan menginap bersama di sebuah rumah milik warga setempat.

Pemilihan para induk semang untuk masing-masing kelompok tentu saja sudah melalui pertimbangan matang dan seleksi oleh dewan guru. Banyak hal yang menjadi point pertimbangan, terutama faktor sosial, sebelum menentukan suatu kelompok siswa menginap dimana. Misalnya saja, untuk kelompok siswa perempuan, maka dewan guru sebisa mungkin menempatkan mereka di rumah yang induk semangnya adalah seorang janda. Atau di keluarga yang tidak memiliki anak lelaki remaja/dewasa.
Pertimbangan ketat ini adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa.

Pada hari pertama, kelompok siswi akan ditemani oleh guru pendamping yang turut menginap semalam di rumah induk semang. Rumah dan keluarga yang terpilih sebagai induk semang adalah keluarga menengah ke bawah. Dengan tujuan agar para siswa mendapat pengalaman berbeda dari rutinitas sehari-hari. Selain itu diharapkan juga dapat meningkatkan rasa kesyukuran para siswa.

Kegiatan yang dilakukan para siswa selama program homestay ini menyesuaikan dengan kegiatan harian para induk semang mereka. Para siswa akan mengikuti aktivitas keseharian para pemilik rumah tempat mereka menginap. Apabila sang induk semang berprofesi sebagai petani, maka siswa akan turut pula turun ke sawah bersama warga. Saat di rumah pun, para siswa pro aktif melakukan rutinitas domestik di rumah. Seperti memasak dengan tungku, mencari kayu bakar, menimba air dari sumber air, mencuci baju di jamban, memberi pakan ternak dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga program bakti sosial yang dilakukan dengan memberikan bantuan bagi renovasi musholla setempat, juga pemberian pakaian dan buku layak pakai.

Homestay kali ini menyasar desa tujuan di daerah Nyalindung, Sukabumi. Banyak manfaat, keseruan dan kegembiraan yang dirasakan para siswa dan guru saat mengikuti program ini. Dan tentu saja diharapkan akan menjadi pengalaman berharga, pelajaran hidup dan memori tak terlupakan bagi siswa, hingga mereka tumbuh dewasa kelak.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Pelatihan Standarisasi Pengajaran Al Quran dengan Metode Tilawati

Pelatihan Standarisasi Pengajaran Al Quran dengan Metode Tilawati

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim,” (HR Ibnu Majjah.
Para guru Qur’an SD AL BAYAN tidak pernah berhenti menuntut ilmu dan meningkatkan kapasitas diri agar dapat memberikan yang terbaik bagi para siswa tercinta.

Pekan ini para guru Al Quran LPI Al Bayan menimba ilmu dalam Pelatihan Standarisasi Pengajaran Al Quran dengan Metode Tilawati.

Metode Tilawati dalam pembelajaran membaca Al-Qur`an yaitu suatu metode atau cara belajar membaca Al-Qur`an dengan ciri khas menggunakan lagu rost dan menggunakan pendekatan yang seimbang antara pembiasaan melalui klasikal dan kebenaran membaca melalui individual dengan tehnik baca simak. Metode ini aplikasi pembelajarannya dengan lagu rast. Rast adalah Allegro yaitu gerak ringan dan cepat.

Pendekatan klasikal dan individual dan untuk mendukung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif maka penataan kelas diatur dengan posisi duduk peserta didik melingkar membentuk huruf U sedangkan guru di depan tengah sehingga interaksi guru dan peserta didik mudah. Format U dalam proses pembelajaran metode Tilawati sangatlah bagus karena peserta didik dapat terkontrol semua oleh pendidik baik klasikal maupun individual.

Adanya penekanan-penekanan dalam membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar diperlukan latihan yang terus menerus dengan mengoptimalkan potensi anatomis yang ada pada diri manusia yaitu otak, mata dan mulut serta hati. Saat anak diminta untuk membaca secara berlahan-lahan, pada saat itu pula diharapkan terjadi ”fokusisasi” atau keseimbangan pada komponen anatomisnya, sehingga menghasilkan bacaan yang benar.

Dengan latihan membaca secara terus menerus diharapkan membantu dan mempercepat proses kelancaran Tilawahnya, dengan kriteria, membaca dengan cepat dan bertajwid.

Dengan bertambahnya wawasan dan pengetahuan para guru, tentu saja diharapkan memberi imbas positif kepada seluruh siswa. Ini adalah salah satu upaya LPI Al Bayan sebagai komitmen untuk selalu memberi kontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan dasar yang islami.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos