Homestay SMP Al Bayan: Kala Siswa Turun ke Desa

Homestay SMP Al Bayan: Kala Siswa Turun ke Desa

Homestay SMP Al Bayan adalah agenda rutin yang selalu memiliki cerita berbeda setiap tahunnya. Program ini mengadopsi konsep KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang umum dilakukan oleh mahasiswa perguruan tinggi, namun dalam skala yang lebih kecil dan sederhana sesuai dengan kapasitas siswa SMP.

Kegiatan ini wajib diikuti oleh siswa kelas 8 SMP Al Bayan. Seluruh siswa level 8 akan menginap selama tiga hari dua malam di sebuah desa. Mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok akan menginap bersama di sebuah rumah milik warga setempat.

Pemilihan para induk semang untuk masing-masing kelompok tentu saja sudah melalui pertimbangan matang dan seleksi oleh dewan guru. Banyak hal yang menjadi point pertimbangan, terutama faktor sosial, sebelum menentukan suatu kelompok siswa menginap dimana. Misalnya saja, untuk kelompok siswa perempuan, maka dewan guru sebisa mungkin menempatkan mereka di rumah yang induk semangnya adalah seorang janda. Atau di keluarga yang tidak memiliki anak lelaki remaja/dewasa.
Pertimbangan ketat ini adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa.

Pada hari pertama, kelompok siswi akan ditemani oleh guru pendamping yang turut menginap semalam di rumah induk semang. Rumah dan keluarga yang terpilih sebagai induk semang adalah keluarga menengah ke bawah. Dengan tujuan agar para siswa mendapat pengalaman berbeda dari rutinitas sehari-hari. Selain itu diharapkan juga dapat meningkatkan rasa kesyukuran para siswa.

Kegiatan yang dilakukan para siswa selama program homestay ini menyesuaikan dengan kegiatan harian para induk semang mereka. Para siswa akan mengikuti aktivitas keseharian para pemilik rumah tempat mereka menginap. Apabila sang induk semang berprofesi sebagai petani, maka siswa akan turut pula turun ke sawah bersama warga. Saat di rumah pun, para siswa pro aktif melakukan rutinitas domestik di rumah. Seperti memasak dengan tungku, mencari kayu bakar, menimba air dari sumber air, mencuci baju di jamban, memberi pakan ternak dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga program bakti sosial yang dilakukan dengan memberikan bantuan bagi renovasi musholla setempat, juga pemberian pakaian dan buku layak pakai.

Homestay kali ini menyasar desa tujuan di daerah Nyalindung, Sukabumi. Banyak manfaat, keseruan dan kegembiraan yang dirasakan para siswa dan guru saat mengikuti program ini. Dan tentu saja diharapkan akan menjadi pengalaman berharga, pelajaran hidup dan memori tak terlupakan bagi siswa, hingga mereka tumbuh dewasa kelak.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Pelatihan Standarisasi Pengajaran Al Quran dengan Metode Tilawati

Pelatihan Standarisasi Pengajaran Al Quran dengan Metode Tilawati

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim,” (HR Ibnu Majjah.
Para guru Qur’an SD AL BAYAN tidak pernah berhenti menuntut ilmu dan meningkatkan kapasitas diri agar dapat memberikan yang terbaik bagi para siswa tercinta.

Pekan ini para guru Al Quran LPI Al Bayan menimba ilmu dalam Pelatihan Standarisasi Pengajaran Al Quran dengan Metode Tilawati.

Metode Tilawati dalam pembelajaran membaca Al-Qur`an yaitu suatu metode atau cara belajar membaca Al-Qur`an dengan ciri khas menggunakan lagu rost dan menggunakan pendekatan yang seimbang antara pembiasaan melalui klasikal dan kebenaran membaca melalui individual dengan tehnik baca simak. Metode ini aplikasi pembelajarannya dengan lagu rast. Rast adalah Allegro yaitu gerak ringan dan cepat.

Pendekatan klasikal dan individual dan untuk mendukung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif maka penataan kelas diatur dengan posisi duduk peserta didik melingkar membentuk huruf U sedangkan guru di depan tengah sehingga interaksi guru dan peserta didik mudah. Format U dalam proses pembelajaran metode Tilawati sangatlah bagus karena peserta didik dapat terkontrol semua oleh pendidik baik klasikal maupun individual.

Adanya penekanan-penekanan dalam membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar diperlukan latihan yang terus menerus dengan mengoptimalkan potensi anatomis yang ada pada diri manusia yaitu otak, mata dan mulut serta hati. Saat anak diminta untuk membaca secara berlahan-lahan, pada saat itu pula diharapkan terjadi ”fokusisasi” atau keseimbangan pada komponen anatomisnya, sehingga menghasilkan bacaan yang benar.

Dengan latihan membaca secara terus menerus diharapkan membantu dan mempercepat proses kelancaran Tilawahnya, dengan kriteria, membaca dengan cepat dan bertajwid.

Dengan bertambahnya wawasan dan pengetahuan para guru, tentu saja diharapkan memberi imbas positif kepada seluruh siswa. Ini adalah salah satu upaya LPI Al Bayan sebagai komitmen untuk selalu memberi kontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan dasar yang islami.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Menjajaki Kekayaan Alam Dengan Field Trip

Menjajaki Kekayaan Alam Dengan Field Trip

Field trip merupakan kegiatan keluar dari lingkungan sekolah selama satu hari atau lebih. Tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pelajaran dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Mengapa sekolah perlu mengadakan field trip? Karena memori manusia, terutama mereka yang masih sekolah, berdasarkan apa yang mereka saksikan dan lihat secara langsung, bukan berdasarkan apa yang mereka dengar saja.

Diharapkan dengan adanya field trip, murid mampu mengingat dan merekam semua kejadian selama field trip, kemudian dikaitkan dengan pelajaran sekolah.

Lokasi tujuan kegiatan Field Trip tentunya disesuaikan dengan kebutuhan siswa, salah satunya berdasarkan tahap tumbung kembang kemampuan berpikir dan bersosialisasi.

Pada agenda Field Trip Tahun Ajaran 2018-2019 kali ini, para siswa SMP AL BAYAN melakukan kunjungan ke beberapa lokasi mendidik yang sarat manfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka di luar sekat ruang kelas formal.

Siswa-siswi SMP AL BAYAN kali mengunjungi:
1. MUNASAIN (Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia
2. KEBUN RAYA BOGOR
3. Museum Zoologi Bogor.

Bagi beberapa siswa, ini merupakan pengalaman pertama mereka mengunjungi tempat-tempat sarat ilmu dan manfaat tersebut. Korelasi antara kunjungan Field Trip ini dengan teori pelajaran yang selama ini dibahas dalam ruang kelas pun dapat dibuktikan langsung oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, para siswa mendapat selingan menyegarkan sejenak terbenas dari rutinitas sehari-hari tanpa kehilangan momen untuk menimba ilmu. Merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan wawasan pun bertambah .

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Motivasi SMP “Meningkatkan Potensi Diri dengan Akhlak Qur’ani”

Motivasi SMP “Meningkatkan Potensi Diri dengan Akhlak Qur’ani”

Motivasi secara harfiah berasal dari bahasa Latin “movere”, yang berarti menggerakkan. Menurut Weiner (1990) motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, penghargaan, dan penghormatan. Sedangkan Imron (1966) menjelaskan bahwa motivasi berasal dari bahasa Inggris “motivation” yang berarti dorongan atau pengalasan untuk melakukan suatu aktifitas hingga mencapai tujuan.

Dari serangkain pengertian para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sesuatu alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan; menyelesaikan; menghentikan; dan lain sebagainya, suatu aktifitas guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dari motivasi tersebut.

Merujuk pada makna tersebut, maka tajuk Motivasi pun digunakan sebagai salah satu kegiatan penuh makna di SMP AL BAYAN. Agenda tahunan ini diikuti oleh siswa kelas 9 sebagai upaya maksimal sekolah untuk mempersiapkan para siswa menghadapi Ujian Nasional medio April 2019 mendatang.

Achievement Motivation 2019 kali ini mengusung tema “Meningkatkan Potensi Diri dengan Akhlak Qur’ani”. Bertempat di Villa Kembar – Bogor, kegiatan yang berlangsung pada 17-18 Januari 2019 ini berlangsung padat aktivitas, mulai dari murojaah qur’an dan doa bersama sebagai persiapan batin menyongsong UNBK dari sisi religi. Tak hanya dari sisi agama, secara psikologis pun para siswa diberi penguatan mental melalui pelatihan motivasi untuk membangkitkan semangat juang mereka menghadapi ujian akhir. Kemudian para siswa pun diarahkan menyegarkan jiwa dan raga dengan beberapa permainan tim yang menyenangkan tanpa kehilangan makna positif.

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

TUGAS AKHIR SEKOLAH

 

Tugas Akhir Sekolah (TAS) merupakan proyek wajib yang dilakukan oleh siswa SMP Al Bayan Level 9, dan menjadi salah satu syarat mutlak kelulusan. TAS adalah karya tulis ilmiah sederhana. Tujuan dari TAS adalah mengenalkan  prosedur melakukan berpikir ilmiah  kepada para siswa melalui kegiatan penelitian, pengkajian dan penelaahan terhadap lingkungan sekitar dan topik yang menarik perhatian siswa.

TAS SMP Al Bayan ibarat mini skripsi dengan lingkup penelitian lebih kecil. Siswa juga mengenal dan berlatih untuk membuat laporan proses dan hasil penelitian dalam bentuk karya tulis resmi dengan format penulisan ilmiah yang baku.

Karya tulis sederhana ini merupakan laporan penelitian dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial, Agama, Bahasa dan Teknologi tergantung minat siswa. Siswa dapat memilih apakah ingin melakukan penelitian ilmiah dalam bentuk kuantitatif atau pun kualitatif.

Penelitian dan observasi TAS dilakukan selama semester ganjil. Siswa akan dibimbing oleh guru pembimbing TAS dan wajib melakukan konsultasi bimbingan minimal sebanyak 5 kali. Awal semester genap, diadakan sidang TAS di hadapan 1-2 orang guru penguji, dimana siswa melakukan presentasi dan memaparkan hasil penelitian dan observasinya.

Penilaian sidang akhir TAS akan dimasukkan ke dalam Sertifikat Tugas Akhir Sekolah, sebagai bukti dan pra syarat menuntaskan program belajar di SMP Al Bayan. Adapun unsur-unsur yang dinilai dalam TAS ini adalah sebagai berikut:

  1. Struktur penulisan
  2. Tata bahasa
  3. Logika penulisan
  4. Kelengkapan
  5. Kedisiplinan bimbingan
  6. Prestasi
  7. Ketepatan dan ketajaman pembahasan

Penulis: Puri Fitriyani, S. Sos

Pelantikan Pengurus OSIS SMP AL BAYAN Masa Bakti 2018-2019

Pelantikan Pengurus OSIS SMP AL BAYAN Masa Bakti 2018-2019

Regenerasi dalam hal apapun mutlak terjadi. Mewariskan tongkat estafet kepada generasi selanjutnya di segala lini adalah kewajiban agar bangsa ini tidak jalan di tempat. Hari Senin, 14 Januari 2019, pelantikan Pengurus OSIS SMP AL BAYAN dilakukan sebagai wujud regenerasi kepemimpinan.

Pelantikan Pengurus OSIS baru periode 2018-2019 ini dilaksanakan di lapangan upacara Komplek Pendidikan Al Bayan.Ketua OSIS terpilih masa bakti 2018-2019 yaitu ananda Andhika Prawira Muhammad Damanik didampingi ananda Ridho Zuljazmi Taufani sebagai Wakil Ketua OSIS, meneruskan perjuanganKetua dan Wakil Ketua OSIS terdahulu pasangan Muhammad Hafidz – Raihan Fallah Suryabima.

Terimakasih kepada ananda Hafidz dan ananda Raihan yang selama setahun ke belakang telah bekerja keras menunaikan amanat seluruh warga SMP Al Bayan. Selamat bertugas bagi pasangan Wira – Ridho, semoga di bawah kepemimpinan ananda berdua, OSIS SMP Al Bayan semakin gemilang dan makin berprestasi.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Hari Guru SMP Al Bayan dalam Konsep ‘Garden Party’

Hari Guru SMP Al Bayan dalam Konsep ‘Garden Party’

Peringatan Hari Guru di SMP AL BAYAN memang selalu istimewa. Keeratan komunikasi dan hubungan antara guru, siswa dan orangtua membuat apresiasi yang diberikan kepada para guru selalu bermakna. Tak sekedar acara berkumpul bersama, konsep acara dan kegiatan Hari Guru selalu direncanakan dengan detil dan matang oleh para mama pengurus PTA.

Jika tahun lalu ruang makan disulap sangat glamor bak gedung resepsi bintang lima, kali ini peringatan Hari Guru mengusung konsep ‘Garden Party’ dengan nuansa acara yang lebih akrab dan santai.

Orangtua murid yang tergabung dalam PTA (Parent Teacher Association) telah menyiapkan beberapa pondok gubuk makanan dengan beragam menu, menyediakan pula panggung kecil dan pemain musik, tak lupa sudut ‘photobooth’ pun siap dimanfaatkan mengabadikan momen-momen berharga.

Rangkaian acara berlangsung akrab dan santai. Para guru, siswa dan orangtua terlihat bebas berbincang dan bercengkerama. Walau tetap ada beberapa seremoni resmi seperti sambutan-sambutan, foto formal bersama dan pemberian tanda kasih bagi para guru. Namun suasana akrab tanpa canggung sangat kental terasa.

Setelah beberapa siswa menampilkan persembahan lagu, seluruh guru, siswa, orangtua dan karyawan bebas bergiliran berekspresi di atas panggung. Sesekali terdengar duet antara guru dan siswa, atau antara orangtua dan guru. Keseruan dan keakraban dalam hubungan antara seluruh warga SMP AL BAYAN ini semoga selalu terpupuk dan terjaga baik selamanya. SELAMAT HARI GURU. Dan terimakasih kepada seluruh siswa dan orangtua murid atas momen penghargaan ini.

Penulis: Puri Fitriyani, S.Sos

Supercamp Membuat Siswa Tambah Super

Supercamp Membuat Siswa Tambah Super

Berkemah merupakan salah satu kegiatan yang mendukung penanaman dan pembentukan karakter positif pada siswa. Beberapa manfaat dari berkemah antara lain:

  1. Menumbuhkan Keberanian

Manfaat utama berkemah adalah menumbuhkan keberanian pada diri anak. Terutama Keberanian untuk sementara waktu berjauhan dengan orang tuanya sehingga mental anak menjadi kuat dan tidak mudah cengeng. Berkemah juga melatih keberanian anak untuk menjadi seorang pemimpin regu atau setidaknya berani untuk dipimpin secara baik.

  1. Melatih Kemandirian dan Disiplin

Saat kegiatan berkemah berlangsung, para anak dengan sendirinya terlatih untuk mandiri. Sebisa mungkin ia belajar menjaga barang-barang yang ia bawa, mengemas barang-barangnya kembali setelah digunakan, dan melakukan kegiatan untuk kebutuhan dirinya secara mandiri tanpa bergantung orang tuanya. Kegiatan berkemah juga mengedepankan kedisiplinan seperti tidur, bangun tidur, makan, mandi, dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

  1. Menumbuhkan Semangat Gotong Royong dan Musyawarah

Dalam kegiatan berkemah, segala sesuatu untuk kepentingan umum dilakukan secara bersama-sama. Contohnya mendirikan kemah, mengumpulkan kayu bakar untuk perapian, dan patroli bergilir di saat malam hari. Saat terjadi suatu masalah, maka semua peserta akan bermusyawarah untuk mencari cara yang tepat memecahkan masalah. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan musyawarah demi kepentingan seluruh peserta kegiatan berkemah.

SMP Al Bayan pun memiliki kegiatan rutin berkemah tahunan dalam tajuk SUPERCAMP. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8. Supercamp 2018 ini diadakan di ARMY CAMP-Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para siswa selalu gembira dan antusias mengikuti Supercamp, mencoba berbagai pengalaman baru di luar zona nyaman  rumah dan sekolah. Semoga sikap-sikap positif yang tertanam melalui kegiatan ini dapat terpatri dalam diri setiap siswa dan terimplementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta melekat menjadi karakter positif sepanjang hayat.

Para Pemenang Perlombaan di Acara AISCO

Para Pemenang Perlombaan di Acara AISCO

AISCO 2018 diadakan tanggal 14-16 November 2018. Dengan beberapa macam jenis perlombaan baik yang menuntut kejelian otak maupun kecepatan otot. Diikuti oleh banyak sekolah dasar dan menengah pertama, berikut ini daftar para pemenang untuk tiap cabang perlombaan.

Pemenang Lomba MHQ

Kategori puteri

  1. Ayesha (score 1580) – Darul Muttaqin
  2. Mutaza Alaina (score 1551) – Daru Hasbi
  3. Fildza (score 1470) – Daru Hasbi

Kategori putera

  1. Nabil (score 1500) – SD Al-Bayan
  2. M.Raqib (score 1497) – SD Al-Bayan
  3. Alif Syauqi (score 1490) – MIN 09

Pemenang Lomba Adzan

  1. Tubagus Ali Arsyad (SDN 03 Meruya Utara)
  2. A. Zaky (MI Mazroatul Ulum)
  3. M. Yafi Muzaki (SDN Kelapa Dua 05 Pagi)

Pemenang Lomba Dacil

  1. Juara 1 = Lana Nayla Naylul Muna (Mazro’atul Ulum)
  2. Juara 2 = Ilham Brama (Joglo 08)
  3. Juara 3 = Sabian Mukti Kamara (SD Al Bayan Islamic School)

Pemenang Lomba Ranking 1 :

Juara 1 : Queenexia Samputri Aulia ( SD Nurul Hasanah )

Juara 2 : M. Fariz Fazza (SD Al Mubarak)

Juara 3 : Naura Sasikirana (SD Al Bayan)

Pemenang Lomba Futsal

Juara 1 Sd Al Bayan

Juara 2 SD Meruya Utara 12

Juara 3 Al Mubarok

Juara 4 As Salam

Pemenang Lomba Basket

Juara 1 SMP 25

Juara 2 SMP Al Bayan

Pemenang Lomba CCPAI

Juara 1 : SDI Al Mubarok

Juara 2 : SDI Al Bayan

Juara 3 : MI Mazro’atul Ulum

Aisco 2018: Perwujudan Kerja Keras Dan Solidaritas

Aisco 2018: Perwujudan Kerja Keras Dan Solidaritas

Kompetisi tak melulu tentang persaingan, tentang adu cepat, tentang adu kuat, atau pun adu kepintaran. Nilai persaingan dalam kompetisi sejatinya hanya termaktub di ujung perjalanan dari banyak rangkaian nilai dan kegiatan lain yang diperlukan dalam berkompetisi.

Sebelum hari H kompetisi berlangsung, para peserta kompetisi harus bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas diri agar pantas memasuki arena pertandingan. Apa pun jenis kompetisinya, dibutuhkan kesabaran, kemauan kuat, persiapan mental dan fisik yang tak sepele, pengorbanan waktu dan tenaga, terkadang juga membutuhkan anggaran dana tertentu agar layak menjadi peserta kompetisi. Terlebih jika tampil sebagai peserta beregu, maka nilai-nilai yang harus diasah akan bertambah. Selain semua yang telah disebutkan di atas, peserta beregu pasti mengalami fase beradu ego, gesekan emosi, mengasah toleransi dan kompromi dengan anggota tim lain sebelum bisa tampil padu menjadi tim yang solid.

Untuk mengasah dan melatih semua nilai hidup tersebut, maka SMP AL BAYAN mencoba berpartisipasi menyediakan salah satu wadah kompetisi melalui agenda tahunan AISCO (AL BAYAN ISLAMIC SCHOOL COMPETITION).