History

Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al-Bayan berada di bawah naungan Yayasan At-Tawwaab. Lembaga yang berdiri bersamaan dengan yayasan yang menaunginya pada tahun 2005 ini lahir dari keinginan untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengembangkan dunia pendidikan Islam.

Pada awalnya, pendiri yayasan At-Tawwab, Drs. H. Iskandar Hasan, SH. membentuk tim Baitul Bayan untuk merumuskan lembaga pendidikan berbasis Al-Quran yang akan menjadi ujung tombak Yayasan At-Tawwaab dalam mengembangkan dunia pendidikan Islam. Kemudian lahirlah LPI Al-Bayan yang membawahi 3 unit sekolah, yaitu; KB-TK Al-Bayan Islamic School, SD Al-Bayan Islamic School, dan SMP Al-Bayan Islamic School.

Ketiga unit sekolah tersebut berdiri dalam tiga tahap pengembangan. Awalnya, sebagai sebuah institusi pendidikan formal, pada tahun 2005 LPI Al-Bayan membuka jenjang satuan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK Al-Bayan Islamic school) dan Sekolah Dasar (SD Al-Bayan Islamic School).

Dengan meningkatnya minat masyarakat, pada tahun 2006 dibuka jenjang Kelompok Bermain, yang kemudian menjadi satu unit sekolah dengan Taman Kanak-Kanak, yaitu menjadi KB-TK Al-Bayan Islamic School. Harapan masyarakat yang semakin besar terhadap LPI Al-Bayan untuk memperluas layanan pendidikannya dan menjadi salah satu one stop schooling, maka pada tahun 2011 mulai dibuka jenjang pendidikan menengah pertama (SMP Al-Bayan Islamic School).

SMP Al-Bayan Islamic School berada di wilayan yang berbeda dengan kedua adik kelasnya. KB-TK dan SD berada di kecamatan Larangan, Kota Tagerang, Banten. Sedangkan SMP berada di Kecamatan Kembangan, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Namun, perbedaan wilayah domisili ini tidak menghambat pelayanan yang diberikan, karena keduanya hanya dipisahkan oleh jalan dan tetap berada dalam satu area masjid At-Tawwab.

Dalam memberikan layanan sekolah yang berkualitas, disamping  melengkapi kebutuhan sarana-prasarana dan kurikulum yang memenuhi tuntutan zaman, LPI Al-Bayan juga membangun struktur kelembagaan yang memungkinkan fungsi-fungsi organisasi kelembagaan dapat berjalan dengan optimal. Struktur tersebut meliputi Ketua dan Wakil Ketua Lembaga, Sekretaris Umum, Auditor Internal, dan beberapa Divisi yang bertugas untuk membuat perencanaan, monitoring, dan mengevaluasi berbagai tugas dan fungisi di masing-masing unit sekolah yang ada.