Dalam semangat memperkuat karakter pelajar Indonesia melalui kearifan lokal, SMP Al Bayan Islamic School menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal dan subtema Merawat Tradisi & Membangun Inovasi Budaya Betawi. Acara tersebut berlangsung meriah di aula Masjid At-Tawwaab pada Selasa, 22 April 2025, dengan melibatkan seluruh peserta didik dari berbagai jenjang.
Acara dimulai dengan parade peserta didik yang memasuki aula secara berurutan sambil mengenakan pakaian khas Betawi. Suasana aula yang dihias dengan ornamen tradisional khas Jakarta semakin menambah kekhidmatan serta semangat kebudayaan sejak awal kegiatan dimulai..


Kemeriahan semakin terasa saat pertunjukan Palang Pintu digelar. Pertunjukan tradisional khas Betawi yang menggabungkan seni silat dan pantun ini berhasil mencuri perhatian seluruh tamu yang hadir. Pertunjukan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan makna filosofis tentang keberanian, sopan santun, dan penghormatan terhadap tamu.
Setelah penampilan Palang Pintu, acara dilanjutkan dengan penampilan dari finalis abang none pelajar terpilih. Mereka menunjukkan keterampilan dalam public speaking serta menyampaikan wawasan mereka tentang kebudayaan Betawi secara fasih dan percaya diri, mencerminkan nilai-nilai luhur pelajar Pancasila yang berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya.


Dalam penampilan seni berikutnya, siswi level 7 mempersembahkan tarian Jali-Jali, tarian yang dikenal dengan iramanya yang ceria dan gerakannya yang dinamis. Sementara itu, siswi level 8 menampilkan tarian Lenggang Nyai dengan anggun, menyampaikan pesan emansipasi dan keindahan budaya melalui gerak tubuh dan ekspresi wajah.
Tidak ketinggalan, siswa-siswa level 7 putra juga turut menunjukkan kreativitasnya dalam seni peran melalui pertunjukan Lenong Betawi. Dengan gaya khas dan logat Betawi yang kental, mereka menampilkan cerita lucu sarat pesan moral yang diselingi dengan hiburan Palang Pintu di akhir pertunjukan, membuat suasana aula penuh tawa dan antusiasme. level 8 putra pun tak kalah ketinggalan, mereka menampilkan palang pintu.


Kepala SMP Al Bayan Islamic School, Bapak Arif Rahman Hakim, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mengenalkan pelajar pada akar budaya mereka sendiri. Ia berharap siswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa.
Selain itu, Ketua PTA SMP Al Bayan Islamic School, Ibu Dwi Lestiyo Rini, S.P., juga memberikan sambutan yang mengapresiasi kerja keras para guru dan siswa dalam menyelenggarakan acara ini. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini kepada anak-anak.


Selain berbagai penampilan seni, kegiatan P5 kali ini juga dimeriahkan dengan kehadiran stand-stand tematik yang mencerminkan kekayaan budaya Betawi. Setiap stand menampilkan miniatur rumah Betawi, perlengkapan pengantin tradisional, hingga peralatan rumah tangga khas masyarakat Betawi zaman dahulu.
Tak kalah menarik, aneka kuliner khas Betawi pun turut disajikan. Para pengunjung dapat menikmati hidangan tradisional seperti kerak telor, kue cucur, kembang goyang, dan bir pletok yang disediakan oleh siswa dalam nuansa bazar budaya.
Kegiatan ini juga menjadi momen pembelajaran lintas disiplin, di mana siswa tidak hanya belajar seni budaya, tetapi juga literasi, kewirausahaan, dan keterampilan sosial. Mereka dilibatkan langsung dalam proses produksi karya, promosi, serta komunikasi antar kelompok.


Partisipasi aktif seluruh warga sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai perwujudan nyata dari nilai gotong royong dan kebhinekaan. Setiap kelompok siswa membawa ciri khasnya sendiri namun tetap menjunjung semangat kebersamaan dalam keberagaman budaya.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pelajar yang memahami sejarah dan tradisi leluhur, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.




Semangat pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, dan berkebinekaan global benar-benar tercermin dalam seluruh rangkaian acara. P5 bukan sekadar proyek sekolah, melainkan bagian dari perjalanan panjang dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, SMP Al Bayan Islamic School telah menunjukkan bahwa merawat tradisi dan membangun inovasi bisa berjalan berdampingan. Budaya Betawi bukan hanya warisan, tapi juga sumber inspirasi yang tak pernah habis untuk digali dan dikembangkan oleh generasi muda masa kini.


