LDKS SMP Al Bayan Islamic School: Menanamkan Adab, Tanggung Jawab, dan Kedisiplinan Sejak Dini

Jakarta, 28 Agustus 2026 — SMP Al Bayan Islamic School menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan murid (LDKS) bagi murid kelas 7 dengan tema “Membangun Pemimpin Berkarakter, Generasi Muda Berintegritas”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter murid yang beradab, bertanggungnjawab, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Melalui berbagai aktivitas, murid diarahkan untuk menjadi pribadi yang aktif dalam bidang akademik maupun non-akademik serta memiliki kepribadian yang baik. Selain itu,LDKS menjadi bagian dari pembinaan murid agar mampu menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, menghormati hak orang lain, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dalam pelaksanaannya, tiga nilai utama yang menjadi penekanan adalah adab, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Pra-LDKS di lingkungan SMP Al Bayan Islamic School pada 4-5 Agustus 2026 dan LDKS di Titik Nol Adventure Camp Bogor pada 7-8 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan Pra-LDKS diawali dengan pembiasaan pagi (morning pray) kemudian dilanjut dengan pembukaan kegiatan LDKS secara resmi oleh Kepala SMP Al Bayan Islamic School yaitu Ustadz Arif Rahman Hakim, S.Pd. Kemudian memulai kegiatan inti dengan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan kedisiplinan oleh Sertu Bagas Dermawan, Sertu Yudha Dwi Sulaksono dan Praka Ripandi. Murid mengikuti kegiatan dengan tertib dan disiplin sesuai arahan.

Setelah memperoleh materi tentang PBB, murid juga mendapatkan pembekalan mengenai survival camp untuk mempersiapkan diri menghadapi kegiatan di luar ruangan oleh Kak Joko dan Tim. Murid tidak hanya menerima materi, namun juga mengikuti evaluasi kegiatan yang dipandu oleh Komisi Disiplin pada akhir kegiatan. Evaluasi menjadi sarana bagi murid untuk merefleksikan sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026 kegiatan Pra-LDKS kembali dimulai dengan pembiasaan pagi. Para murid memperoleh pengetahuan mengenai teknik mendirikan tenda dan memasak rimba. Pada sesi ini, para murid tidak hanya menyimak materi tetapi juga melakukan simulasi secara langsung sehingga murid memiliki pengalaman nyata sebelum mengikuti LDKS di alam terbuka.

Kegiatan berikutnya adalah materi public speaking  oleh Bapak M. Aziz Muttaqin, M.Pd., MCE yang dilaksanakan di Aula Lantai 4. Kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu bekal penting bagi murid dalam menjalankan peran sebagai anggota organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. 

LDKS di Alam Terbuka: Belajar Memimpin dan Bertanggung Jawab

Setelah mendapatkan pembekalan melalui Pra-LDKS, murid mengikuti kegiatan utama LDKS di Titik Nol Adventure Camp pada 7-8 Agustus 2026.

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Murid tiba pukul 05.30 untuk registrasi di sekolah dan kemudian melakukan perjalanan menuju lokasi yang ditempuh kurang lebih selama tiga jam. Setibanya di lokasi, murid mengikuti apel dan menerima arahan sebelum kegiatan kemudian melaksanakan salat duha bersama.

Salah satu tantangan awal yang diberikan adalah mendirikan tenda secara mandiri. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh saat Pra-LDKS serta melatih kerjasama dan tanggung jawab dalam berkelompok.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, diantaranya adalah Akhlak Pergaulan dalam Islam yang disampaikan oleh Ustadzah Amanda Fitriyani, S.Pd. Melalui materi tersebut murid memahami pentingnya menjaga adab dalam berinteraksi, baik dengan teman sebaya, orang yang lebih tua, orang yang lebih muda maupun lingkungan sekitar.

Selain materi tentang akhlak pergaulan, murid memperoleh pemahaman mengenai karakter seorang pemimpin serta pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan amanah melalui materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Ustadzah Nurhalimah, S.Si.

Tidak hanya dibekali dengan materi yang bermanfaat, para murid juga mengikuti aktivitas menarik dan tentunya memuat nilai kehidupan yang berarti. Aktivitas memasak bersama menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang melatih kerja sama, kemandirian, pembagian tugas, serta kepedulian terhadap anggota kelompok. Para murid sangat antusias mengikuti kegiatan fun cooking di sore hari dengan resep dan teknik yang beragam dalam membuat tumis sayur.

Menjelang malam, murid melakukan bersih diri dan persiapan untuk shalat Maghrib. Setelah shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan muroja’ah Surat Ar-Rahman dan makan malam bersama.

Pada malam hari, murid kembali mendapatkan pembekalan agar mampu menghadapi permasalahan dengan tenang, berpikir kritis, serta menentukan solusi secara tepat yang disampaikan oleh Ustadz Fajar Tri Nugroho dalam sesi materi Problem Solving. Materi disampaikan dengan interaktif, melibatkan peran murid dalam memahami konsep problem solving secara nyata.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, murid beristirahat di tenda masing-masing untuk persiapan agenda di hari selanjutnya.

Beranjak pada hari selanjutnya, kegiatan dimulai lebih awal yaitu pukul 02.00. Murid mengikuti kegiatan pos to pos yang menjadi salah satu kegiatan utama dalam LDKS. Dalam kegiatan tersebut, murid mengunjungi sejumlah pos dengan materi yang berbeda, yaitu Pos Agama dan Etika, Pos Kepemimpinan dan Kemandirian, Pos Orang Tua, Pos Pengetahuan, serta Pos Organisasi. Kegiatan ini dirancang untuk menguatkan pemahaman murid terhadap nilai-nilai yang telah dipelajari. Selain aspek pengetahuan, murid juga ditantang untuk menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan mengambil keputusan.

Setelah menyelesaikan rangkaian pos to pos, murid melaksanakan qiyamul lail dan shalat Tahajud. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah dan nasihat yang disampaikan oleh Ustadz Lukman Fakhrudin, S.Pd.I.

Setelah sarapan dan senam sehat, suasana kegiatan menjadi lebih hangat melalui berbagai fun games. Meskipun dikemas secara menyenangkan, permainan tetap diarahkan untuk melatih kerja sama, komunikasi, sportivitas, dan kekompakan antar murid.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan operasi semut dan bersih diri. Murid bersama-sama memastikan lingkungan kegiatan tetap bersih sebelum mengikuti acara penutup. Tak lupa apresiasi dihaturkan kepada para murid yang mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh semangat. Kegiatan LDKS SMP Al Bayan resmi ditutup dengan kegiatan ramah tamah antar guru, murid dan panitia yang terlibat.

Kegiatan LDKS SMP Al Bayan Islamic School memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat dan berkesan. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan sebagai proses pembelajaran karakter yang memadukan nilai keislaman, kepemimpinan, kemandirian, kerjasama, penyelesaian masalah dan kepedulian sosial. Pengalaman mendirikan tenda, memasak bersama, menyelesaikan tantangan pos to pos, mengikuti kegiatan keagamaan, hingga menjaga kebersihan lingkungan menjadi ruang bagi murid untuk belajar menerapkan nilai-nilai tersebut secara langsung.

Oleh karena hal tersebut, kegiatan LDKS dapat menjadi langkah awal bagi para murid untuk mengenal dunia organisasi, menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerjasama, disiplin, mandiri dan beradab serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. (Amanda Fitriyani, S.Pd./red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *