SMP Al Bayan Gelar Pembelajaran Praktik Ibadah, Murid Level IX Ikuti Pelatihan Pemuliaan Jenazah Bersama MPJI

Al Bayan – Dalam upaya memperkuat pemahaman keislaman sekaligus keterampilan beribadah, SMP Al Bayan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran praktik ibadah bagi seluruh murid level VII, VIII, dan IX pada Selasa, 3 November 2026.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif, sehingga murid tidak hanya memahami materi ibadah secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya sesuai tuntunan syariat Islam.

Materi pembelajaran disesuaikan dengan jenjang masing-masing. Murid level VII mempelajari tata cara wudhu, shalat dan doa harian. Murid level VIII mendapatkan materi tentang shalat jamak, dzikir dan doa harian. Sementara itu, murid level IX mempelajari tata cara salat jenazah, dzikir dan doa harian.

Ada kegiatan istimewa bagi murid level IX. Pada kesempatan ini, SMP Al Bayan menghadirkan Majelis Pemulia Jenazah Indonesia (MPJI) untuk menyelenggarakan kajian dan pelatihan pemuliaan jenazah yang berlangsung di masjid pada pukul 08.00–11.00 WIB.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu KH. Syarif Radin, Lc., M.A. selaku Guru Besar MPJI dan Ustadz Jumaidi Musar selaku amil jenazah MPJI.

Tidak hanya mendapatkan pembekalan materi, murid juga berkesempatan mengikuti praktik langsung yang meliputi tata cara memandikan, mengafani, hingga menyalatkan jenazah. Dalam praktik mengafani, murid dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Dengan pendampingan pemateri, murid memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai tahapan-tahapan pemuliaan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Melalui kegiatan ini, murid diajak memahami bahwa mengurus jenazah bukan sekadar pengetahuan keagamaan, melainkan juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial seorang muslim terhadap sesamanya.

Pembelajaran praktik ibadah ini menjadi bagian dari ikhtiar SMP Al Bayan dalam menghadirkan pendidikan agama yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga penguasaan praktik. Harapannya, murid tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki bekal untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. (Umi Khamidah/red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *